Blogroll
Tampilkan postingan dengan label ISL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ISL. Tampilkan semua postingan
Selasa, 24 Januari 2012
Senin, 20 Juni 2011
Langkah Persija ke Piala AFC Tunggu Piala Indonesia
Keinginan Persija Jakarta untuk berkompetisi di Piala AFC masih belum menemui titik terang. Kepastian baru bisa didapat setelah Piala Indonesia selesai bergulir.
Seperti diketahui, Persija finis di pos isi ketiga Indonesia Super League (ISL) 2010-11, di bawah Persipura Jayapura dan Arema Malang. Persipura dipastikan akan berlaga di Liga Champions Asia dan Arema ke Piala AFC.
Persija sempat mengutarakan keinginannya untuk tampil di Piala AFC dengan mengambil jatah juara Piala Indonesia (yang belum bergulir). Namun hal itu belum tentu terjadi. "Ini diputuskan setelah Piala Indonesia digelar. Yang jelas, Piala Indonesia akan digelar sesudah Kongres (9 Juli) dan sebelum puasa (Ramadan)," kata CEO PT Liga Indonesia Djoko Driyono di Jakarta, Senin (20/6/2011).
"AFC akan memutuskan slot Indonesia pada bulan November nanti dan pendaftaran akan dilakukan di bulan Desember. Ini akan tergantung jatah dari AFC," papar Djoko lagi.Diterangkan Djoko, bila AFC memutuskan Indonesia tetap mendapat dua tempat ke Piala AFC dan Piala Indonesia belum selesai pada bulan Desember, maka Persija bisa mengikuti Piala AFC.
Bila jatah Indonesia tetap dua dan kompetisi Piala Indonesia sudah menelurkan juara, maka juara Piala Indonesia itulah yang akan mengusung nama Indonesia di Piala AFC. "Kecuali tahu-tahu jatah Indonesia ditambah oleh AFC," demikian kata Djoko.
Seperti diketahui, Persija finis di pos isi ketiga Indonesia Super League (ISL) 2010-11, di bawah Persipura Jayapura dan Arema Malang. Persipura dipastikan akan berlaga di Liga Champions Asia dan Arema ke Piala AFC.
Persija sempat mengutarakan keinginannya untuk tampil di Piala AFC dengan mengambil jatah juara Piala Indonesia (yang belum bergulir). Namun hal itu belum tentu terjadi. "Ini diputuskan setelah Piala Indonesia digelar. Yang jelas, Piala Indonesia akan digelar sesudah Kongres (9 Juli) dan sebelum puasa (Ramadan)," kata CEO PT Liga Indonesia Djoko Driyono di Jakarta, Senin (20/6/2011).
"AFC akan memutuskan slot Indonesia pada bulan November nanti dan pendaftaran akan dilakukan di bulan Desember. Ini akan tergantung jatah dari AFC," papar Djoko lagi.Diterangkan Djoko, bila AFC memutuskan Indonesia tetap mendapat dua tempat ke Piala AFC dan Piala Indonesia belum selesai pada bulan Desember, maka Persija bisa mengikuti Piala AFC.
Bila jatah Indonesia tetap dua dan kompetisi Piala Indonesia sudah menelurkan juara, maka juara Piala Indonesia itulah yang akan mengusung nama Indonesia di Piala AFC. "Kecuali tahu-tahu jatah Indonesia ditambah oleh AFC," demikian kata Djoko.
SEMOGA PERSIJA JAKARTA BISA MASUK PIALA AFC. .
18 Pemain Perang Bintang ISL TeLah TerPiLih
Jakarta- Sebagai penutup musim Indonesia Super League 2010-11, PT Liga Indonesia akan menggelar Laga Perang Bintang. Ini dia 18 pemain yang akan memperkuat tim bintang ISL. Kedelapan belas pemain tersebut terpilih melalui polling SMS yang diselenggarakan PT LI. Nantinya, tim bintang ISL akan diadu melawan juara ISL Persipura Jayapura di Jayapura, 29 Juni 2011. Seperti diumumkan oleh Sekretaris PT LI Tigor Shalom Boboy di kantor PT LI di Kuningan, Jakarta, Senin (20/6/2011), 18 pemain pilihan tersebut adalah:
Penjaga Gawang : Kurnia Meiga (Arema Malang), Ferry Rotinsulu (Sriwijaya FC).
Belakang : Claudiano Alves dos Santos (Sriwijaya), David Ngan Pagbe (Semen Padang), Edi Hafid Murtado (Pelita Jaya), Gunawan Dwi Cahyo (Sriwijaya), M Roby (Persisam Samarinda), Purwaka Yudi (Arema).
Tengah : Ahmad Bustomi (Arema), Miljan Radovic (Persib Bandung), Mohammad Nasuha (Persija Jakarta), Muhammad Ridwan (Sriwijaya), Ronald Fagundez (Persisam), Zulkifli Syukur (Arema).
Depan : Bambang Pamungkas (Persija), Cristian Gonzales (Persib), Aldo Barreto (Persiba Balikpapan), Yongki Aribowo (Arema).
Pelatih : Nilmaizar (Semen Padang).
Tigor menambahkan, Yongki adalah pemain yang menggantikan posisi Safee Salee (Pelita) yang sebenarnya mendapat perolehan suara lebih banyak. Hanya saja, Safee berhalangan hadir. "Safee sebenarnya terpilih, tetapi Safee akan memperkuat timnas Malaysia di penyisihan Piala Dunia sehingga Yongki menggantikannya," demikian kata Tigor. Disini tak kalah mengejutkan datang dari kapten klub Persija Jakarta Bambang Pamungkas yang bisa mengalahkan pesaingnya diantaranya :
Penjaga Gawang : Kurnia Meiga (Arema Malang), Ferry Rotinsulu (Sriwijaya FC).
Belakang : Claudiano Alves dos Santos (Sriwijaya), David Ngan Pagbe (Semen Padang), Edi Hafid Murtado (Pelita Jaya), Gunawan Dwi Cahyo (Sriwijaya), M Roby (Persisam Samarinda), Purwaka Yudi (Arema).
Tengah : Ahmad Bustomi (Arema), Miljan Radovic (Persib Bandung), Mohammad Nasuha (Persija Jakarta), Muhammad Ridwan (Sriwijaya), Ronald Fagundez (Persisam), Zulkifli Syukur (Arema).
Depan : Bambang Pamungkas (Persija), Cristian Gonzales (Persib), Aldo Barreto (Persiba Balikpapan), Yongki Aribowo (Arema).
Pelatih : Nilmaizar (Semen Padang).
Tigor menambahkan, Yongki adalah pemain yang menggantikan posisi Safee Salee (Pelita) yang sebenarnya mendapat perolehan suara lebih banyak. Hanya saja, Safee berhalangan hadir. "Safee sebenarnya terpilih, tetapi Safee akan memperkuat timnas Malaysia di penyisihan Piala Dunia sehingga Yongki menggantikannya," demikian kata Tigor. Disini tak kalah mengejutkan datang dari kapten klub Persija Jakarta Bambang Pamungkas yang bisa mengalahkan pesaingnya diantaranya :
Agu Casmir (Persija), Airlangga Sucipto (Persib), Alberto Goncalves (Persijap), , Budi Surdasono (Sriwijaya FC), Edward Junior Wilson (Semen Padang), Greg Nwokolo (Persija), Herman Dzumafo (PSPS), Jajang Mulyana (Sriwijaya FC), Julio Lopez (Persisam), Marcio Souza (Deltras), Noh Alam Shah (Arema), Oliver Makor (Persija).
Selasa, 14 Juni 2011
Kalahkan Deltras, Persija mantapkan Posisi 2
Persija berhasil meraih poin sempurna, 3 poin, saat menjalani partai tandang melawan Deltras Sidoarjo, di Stadion Gelora Delta Sidoarjo. Menit -menit awal babak pertama Persija langsung melancarkan serangan ke gawang Deltras yang dikawal kiper Usman Pribadi. Hal Ini terbukti pada saat pertandingan baru berjalan di 5 menit awal babak pertama, Persija berhasil membuka gol yang dilesakkan oleh Greg Nwokolo melalui tendangan kerasnya yang tidak bisa diantisipasi oleh kiper Deltras, 0-1 untuk keunggulan Persija atas tuan rumah Deltras Sidoarjo.
Setelah gol tersebut kubu tuan rumah terus berusaha untuk mencetak gol ke gawang Persija, serangan Deltras yang dikomandoi oleh Trio Brazil, Marciou Souza, Danilo Fernandes dan Cristiano Lopes, beberapa kali sempat merepotkan pertahanan yang dikawal oleh, Precious, Ambrizal, M. Nasuha, dan Ismed Sofyan. Namun berkat kegemilangan kiper Hendro Kartiko gawang Persija masih aman sampai menit ke 25, namun akhirnya pada menit ke 26 gawang Persija kebobolan dari titik putih yang dicetak oleh Cristiano Lopes, skor sama kuat 1-1 yang bertahan hingga turun minum babak pertama.
Memasuki babak kedua, seLuruh penonton yang menyaksikan pertandingan tersebut menyoroti kepemimpinan wasit Mulyadi yang beberapa kali mengeluarkan keputusan Kontroversial. Memasuki menit ke 68, peluang emas didapatkan Danilo Fernando, namun lag-lagi kesigapan Hendro Kartiko mengagalkan peluang tersebut untuk menjadi gol, Menit ke 72, Persija mendapatkan pinalti yang menjadi pinalti yang pertama didapatkan Persija dalam gelaran ISL musim ini. Akibat pelanggaran Sutikno yang dilakukan terhadap Greg Nwokolo. Disinilah keputusan kontroversi wasit Mulyadi, dimana setelah pelanggaran tersebut, Sutikno bukannya meminta maaf dan membangunkan Greg yang terjatuh malah melakukan tindakan tidak terpuji dengan memukul leher belakang dari Greg, dan hanya diganjar kartu kuning oleh wasit.
Eksekusi pinalti berhasil diselesaikan dengan dingin oleh Agu yang menempatkan bola di tengah posisi kiper Deltras yang sudah terlanjur mengambil posisi kirinya dalam menebak arah bola, 2-1 untuk Persija.
Tidak sampai disitu keputusan kontroversi wasit Mulyadi, saat menghadiahi kembali Deltras dengan pinalti dimenit akhir, padahal tidak terjadi pelanggaran yang serius diarea pinalti tersebut. Masih beruntung Hendro Kartiko berhasil mengagalkan peluang pinalti tersebut, dan kedudukan akhir 1-2 untuk kemenangan Persija.
Dalam sesi konfrensi pers seusai pertandingan Coach RD berkomentar kecewa dengan 2 keputusan wasit yang pertama saat pemukulan Sutikno terhadap Greg, dan pinalti dimenit akhir yang didapatkan Deltras.
''Meski itu tidak masuk, seratus persen saya kecewa dengan penalti kedua yang diberikan wasit ke pemain Deltras,'' ujar Rahmad Darmawan usai pertandingan.
Soal pemukulan, lanjutnya, mestinya Sutikno itu diganjar kartu merah. Aksi tidak terpuji itu terekam dan terlihat jelas sekali. Anehnya, wasit tidak menghadiahi kartu merah untuk mantan punggawa Persitara Jakarta Utara itu.
Dengan kemenangan ini Persija memantapkan posisinya dirunner up klasemen, selisih tiga angka dengan Arema, dan Semen Padang yang belum memainkan laganya. Laga terakhir Persija adalah laga home menghadapi PSPS Pekanbaru, sampai tulisan ini naik cetak belum mendapatkan info pertandingan tersebut dilangsungkan dimana dan akan segera kami infokan begitu mendapatkan kabar terbaru tentang laga Home Persija terakhir lawan PSPS Pekanbaru.
Setelah gol tersebut kubu tuan rumah terus berusaha untuk mencetak gol ke gawang Persija, serangan Deltras yang dikomandoi oleh Trio Brazil, Marciou Souza, Danilo Fernandes dan Cristiano Lopes, beberapa kali sempat merepotkan pertahanan yang dikawal oleh, Precious, Ambrizal, M. Nasuha, dan Ismed Sofyan. Namun berkat kegemilangan kiper Hendro Kartiko gawang Persija masih aman sampai menit ke 25, namun akhirnya pada menit ke 26 gawang Persija kebobolan dari titik putih yang dicetak oleh Cristiano Lopes, skor sama kuat 1-1 yang bertahan hingga turun minum babak pertama.
Memasuki babak kedua, seLuruh penonton yang menyaksikan pertandingan tersebut menyoroti kepemimpinan wasit Mulyadi yang beberapa kali mengeluarkan keputusan Kontroversial. Memasuki menit ke 68, peluang emas didapatkan Danilo Fernando, namun lag-lagi kesigapan Hendro Kartiko mengagalkan peluang tersebut untuk menjadi gol, Menit ke 72, Persija mendapatkan pinalti yang menjadi pinalti yang pertama didapatkan Persija dalam gelaran ISL musim ini. Akibat pelanggaran Sutikno yang dilakukan terhadap Greg Nwokolo. Disinilah keputusan kontroversi wasit Mulyadi, dimana setelah pelanggaran tersebut, Sutikno bukannya meminta maaf dan membangunkan Greg yang terjatuh malah melakukan tindakan tidak terpuji dengan memukul leher belakang dari Greg, dan hanya diganjar kartu kuning oleh wasit.
Eksekusi pinalti berhasil diselesaikan dengan dingin oleh Agu yang menempatkan bola di tengah posisi kiper Deltras yang sudah terlanjur mengambil posisi kirinya dalam menebak arah bola, 2-1 untuk Persija.
Tidak sampai disitu keputusan kontroversi wasit Mulyadi, saat menghadiahi kembali Deltras dengan pinalti dimenit akhir, padahal tidak terjadi pelanggaran yang serius diarea pinalti tersebut. Masih beruntung Hendro Kartiko berhasil mengagalkan peluang pinalti tersebut, dan kedudukan akhir 1-2 untuk kemenangan Persija.
Dalam sesi konfrensi pers seusai pertandingan Coach RD berkomentar kecewa dengan 2 keputusan wasit yang pertama saat pemukulan Sutikno terhadap Greg, dan pinalti dimenit akhir yang didapatkan Deltras.
''Meski itu tidak masuk, seratus persen saya kecewa dengan penalti kedua yang diberikan wasit ke pemain Deltras,'' ujar Rahmad Darmawan usai pertandingan.
Soal pemukulan, lanjutnya, mestinya Sutikno itu diganjar kartu merah. Aksi tidak terpuji itu terekam dan terlihat jelas sekali. Anehnya, wasit tidak menghadiahi kartu merah untuk mantan punggawa Persitara Jakarta Utara itu.
Dengan kemenangan ini Persija memantapkan posisinya dirunner up klasemen, selisih tiga angka dengan Arema, dan Semen Padang yang belum memainkan laganya. Laga terakhir Persija adalah laga home menghadapi PSPS Pekanbaru, sampai tulisan ini naik cetak belum mendapatkan info pertandingan tersebut dilangsungkan dimana dan akan segera kami infokan begitu mendapatkan kabar terbaru tentang laga Home Persija terakhir lawan PSPS Pekanbaru.
Kamis, 10 Maret 2011
Persipura pesta gol.
Boaz Solosa menjadi bintang lapangan dengan trigol yang dia cetak. Sedang gol sisanya dibukukan Zah Rahan, Tinus Pae, dan Lukas Mandowen.
Pertandingan ini diwarnai kartu merah untuk kiper Arema Ahmad Kurniawan karena melanggar Rahmat Rivai.
Atas hasil ini, Persipura semakin kokoh di puncak klasemen dengan nilai 35 dari 15 laga yang dijalani sementara tim tamu tertahan di posisi tiga dengan poin 26 dari 15 laga yang dijalani.
Langganan:
Postingan (Atom)



